Header Ads

LPDB-KUMKM Permudah Akses Dana Bergulir Melalui Tiga Pola


Palembang : Lembaga Pengelola Dana Bergulir untuk Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menggelontorkan tiga pola untuk mempermudah koperasi dan UMKM mengakses dana bergulir
Ketiga pola tersebut antara lain pertama, melalui Lembaga Penjaminan, kedua, melalui Dinas Koperasi di seluruh provinsi dan pola ketiga, langsung mengajukan pinjaman pembiayaan ke kantor LPDB-KUMKM di Jakarta.
“Pengajuan pinjaman melalui Lembaga Penjaminan merupakan pola baru yang bekerjasama dengan Jamkrindo, Jamkrida dan Askrindo. Pola ini lebih tepat dan efisien karena dapat memotong biaya yang relatif besar jika yang bersangkutan harus datang langsung ke Jakarta,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo kepada pers di sela acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM, Sabtu (10/5/18) di Palembang, Sumatera Selatan. Acara yang dibuka oleh Ketua Bidang Manajemen
Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bintang Puspayoga itu dihadiri Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Jainal Aripin, Plt Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan Musiawati , serta sebanyak 200 orang pelaku usaha kecil, menengah dan koperasi provinsi Sumsel.
Dibukanya ‘kran’ akses pinjaman dana bergulir melalui Lembaga pembiayaan, kata Braman, merupakan upaya menjadikan LPDB-KUMKM semakin inklusif atau terbuka. Badan Layanan Umum (BLU) di bawah kementerian Koperasi dan UKM ini, lanjut dia harus dapat memahami kendala yang dihadapi Koperasi dan UMKM, karena sejak awal didirikan memang untuk membantu UKM yang sulit mengembangkan usaha lantaran kendala permodalan.
Gelar bersama acara Sosialisasi dan Bimtek Dana Bergulir dengan Dekranas, ucapnya, merupakan sinergitas antar lembaga yang dapat memperlebar penyaluran dana bergulir. Kehadiran Dekranas kata Braman dapat menjembatani akses pembiayaan kepada anggotanya di daerah, yang merupakan kumpulan para pelaku ekonomi kreatif berbasis kriya dan fesyen. Sinergitas antara keduanya akan mengiuntungkan kedua belah pihak. Bagi Dekranas kian terbuka akses permodalan anggota di berbagai daerah, sedangkan bagi LPDB-KUMKM merupakan perpanjangan tangan dalam menjangkau mitra usaha baru di daerah karena hingga kini LPDB-KUMKM belum diperkenankan membuka cabang di daerah. Lebih jauh dari itu, masih kata Braman manfaat diharapkan dari pengalokasian dana bergulir adalah koperasi dan UMKM semakin berkembang sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat, pengurangan pengganguran dan pertumbuhan ekonomi nasional.
TIDAK ADA KENDALA
Lembaga Penjaminan yang dipilih untuk bekerjasama dalam memonitor KUMKM di daerah, menurut Braman reputasinya sudah teruji sehingga penyalurannya ke seluruh pelosok Tanah Air dinilai tidak akan menemui kendala berarti.
“Kerja sama dengan Dinas Koperasi sudah kami galang di 34 provinsi, dengan PT Jamkrindo sudah melibatkan 56 cabangnya di daerah, dan Jamkrida di 18 provinsi , 4 BLUD serta dengan Askrindo yang kini masih tahap negosiasi. Kerja sama ini bakal memotong mata rantai proses pengajuan dana bergulir yang sebelumnya cukup panjang dan berbelit,” tukas Braman.
Yang terpenting dari era paradigma baru LPDB-KUMKM adalah tidak hanya sekadar menyalurkan dana bergulir, tetapi juga akan melakukan pendampingan pasca penyaluran sehingga alur dana yang dipinjam menjadi jelas pemanfaatannya. Sekaligus monitoring dan evaluasi yang melibatkan mitra strategis lainnya, yaitu Bank BRI dan PT Sucofindo. Sasarannya diharapkan terwujud Tri Sukses LPDB-KUMKM yaitu sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, dan sukses pengembalian.
TOTAL PENYALURAN RP 8,5 TRILIUN
Sejak beroperasi pada tahun 2008, hingga 2 Mei 2018 akumulasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tercatat sebesar Rp 8,5 triliun yang dimanfaatkan oleh sebanyak 1.015.690 UMKM, 76 mitra Koperasi Sekunder, 2.547 mitra Koperasi Primer, 371 mitra Perusahaan Modal Ventura dan Bank, 1.037 UMKM strategis dan menyerap 1.850.724 tenaga kerja.
Dalam periode yang sama, khusus untuk Sumsel telah disalurkan dana bergulir sebesar Rp 211,26 miliar atau 2,4% dari total penyaluran LPDB-KUMKM. Masih kecilnya penyaluran dana bergulir ke wilayah ini diharapkan meningkat tahun ini. Terlebih dengan akan digelarnya pesta akbar olah raga asia, yaitu Asian Games di Palembang dan Jakarta pada Agustus mendatang.
“Dampak dari Asian Games adalah banyaknya pelaku UMKM yang terlibat dalam pengadaan asesoris dan atribut Asian Games, dan ini adalah peluang bagi UMKM Sumatera Selatan untuk memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” tutur Braman. Dia menambahkan telah melakukan pembicaraan dengan Dinas Koperasi untuk agar dapat menginventarisir UKM yang ikut dalam aktivitas Asian Games, karena LPDB-KUMKM berkenan ikut membantu permodalan melalui pola channeling dengan tingkat bunga di bawah 10%.
Dengan pagu pembiayaan tahun ini sebesar Rp 1,2 triliun, Braman optimis dana tersebut bakal terserap habis oleh KUMKM. Peruntukannya antara lain untuk koperasi konvensional Rp 750 miliar, koperasi syariah Rp 450 miliar, dan pengembangan wirausaha sebesar Rp100 miliar. “Koperasi akan menjadi tujuan utama kita karena punya nilai tambah cukup besar bagi peningkatan lapangan kerja dan pengurangan angka kemiskinan, untuk itu bunganya pun kita tekan hingga hanya 5 persen,” tandasnya. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.