Header Ads

Tebusan Tax Amnesty Dihari Terakhir Mencapai 129 Triliun Rupiah


Jakarta,(31/3/2017) – Berdasarkan data pajak total tebusan program pengampunan pajak (tax amnesty) yang berhasil didapatkan pemerintah sejak Undang-Undang Pengampunan Pajak diterapkan hingga menjelang berakhirnya periode III atau 31 Maret 2017 mencapai Rp 129 triliun atau 78,1 persen dari target Rp 165 triliun. Sedangkan total harta yang dideklarasikan mencapai Rp 4.788 triliun.
Data tersebut diperoleh dari laman www.pajak.go.id Jumat (31/3) hingga pukul 15.00 WIB. Total tebusan Rp 129 triliun berasal dari pembayaran berdasarkan surat setoran pajak (SSP). Dari total dana tersebut, sebesar Rp 114 triliun merupakan pembayaran tebusan, sebesar Rp 14,4 triliun adalah pembayaran tunggakan, dan Rp 1,43 triliun adalah pembayaran bukti permulaan (bukper).
Sementara itu, total harta yang dideklarasikan hingga saat ini tercatat Rp 4.788 triliun. Dari jumlah tersebut, komposisi terbesar masih didominasi oleh deklarasi harta bersih dari dalam negeri senilai Rp 3.608 triliun. Sedangkan, deklarasi harta dari luar negeri tercatat Rp 1.033 triliun dan repatriasi dana dari luar negeri tercatat sebesar Rp 146 triliun.
Adapun dari total dana tebusan yang tercatat di ditjen pajak sebesar Rp 112 triliun, sebesar Rp 89,9 triliun berasal dari objek pajak (OP) non usaha mikro kecil menengah (UMKM), sebesar Rp 14,1 triliun badan non UMKM, sebesar Rp 7,48 triliun badan UMKM dan Rp 599 miliar UMKM.
Program Tax Amnesty periode III dimulai awal Januari hingga akhr Maret 2017. Adapun besaran persentase tebusan untuk ikut program tersebut naik dari periode kedua atau periode pertama, setelah kebijakan itu berakhir pada 31 Maret 2017, pemerintah akan membuat kebijakan penegakkan hukum pajak yang lebih keras termasuk sanksi yang besar kepada wajib pajak yang tidak melaporkan semua hartanya kepada negara. (Hariri)
Diberdayakan oleh Blogger.