Header Ads

Smesco Hadirkan Gerai Baru “Kampoeng Inovasi”

Jakarta – Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kementrian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan satu gerai baru di gedung Smesco bernama ‘Kampung Inovasi”. ‎Gerai baru tersebut melengkapi gerai yang sudah ada, yaitu Galeri Indonesia WOW dan Paviliun Provinsi. “Paling lambat akhir Februari ini akan kita launching”, ungkap Zabadi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/2). Kampoeng Inovasi merupakan kerjasama antara LLP KUKM dengan Asosiasi Pengrajin Alas Kaki Indonesia (APAI), Komunitas Desainer Etnik Indonesia (KDEI), Indonesian Modest Fashion Designer (IMFD), Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Scano Exotic, dan beberapa desainer terkemuka lainnya.
Menurut Zabadi, Kampoeng‎ Inovasi merupakan tempat promosi dan pemasaran produk desainer ternama di Indonesia. Mulai dari busana Muslim, sepatu, tas, hingga aksesoris dari bahan kulit. Kampoeng Inovasi memiliki tagline ‘House of Indonesian Designer’ menghadirkan produk-produk unggulan para desainer di Smesco RumahKU. “Bedanya dengan dua gerai lainnya, di Kampoeng Inovasi, para tenant bertanggungjawab sepenuhnya terhadap desain layout sampai SPG-nya. Mereka yang bangun booth-nya, kami hanya menyiapkan tempat”, kata Zabadi seraya menyebutkan bahwa pihaknya menyiapkan sekitar 38 booth di area seluas 2700 meter persegi.
Perbedaan lainnya, lanjut Zabadi, para tenant di gerai baru ini, mereka bisa menyelenggarakan sendiri berbagai event dalam menarik minat konsumen datang ke Kampoeng Inovasi. “Untuk mendukung itu, di sebelah gerai baru akan ada pusat kuliner seperti Dapur Sunda. Uniknya, pengunjung Resto Dapur Sunda sambil makan, matanya bisa memandang Kampoeng Inovasi. Itu salah satu cara kami menarik pengunjung datang”, imbuh Zabadi.
‎Selain itu, lanjut Zabadi, pihaknya juga akan turut meramaikan Indonesian Fashion Week 2017 dengan menampilkan fashion show dari produk-produk fesyen dari desainer/produsen UKM terpilih. “Proses pemilihan itu cukup panjang. Ada sekitar 250 UKM yang ikut kurasi, 18 UKM yang terpilih produknya untuk ditmpilkan di fashion show tersebut. Dari 18 UKM itu, enam diantaranya produk busana Muslim dan lainnya fesyen etnik dan kain kreatif”, pungkas Zabadi. (Rindy)

Diberdayakan oleh Blogger.